Subscribe On E-mail

SUBSCRIBE BLOG KAMI DI EMAIL ANDA :

Our web CEO RISMAN SIMANJUNTAK

Wednesday, 26 February 2014

Asyik... Beasiswa StuNed Terbuka untuk Semua Profesional Muda!





StuNed atau Studeren in Nederland merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career profesional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Program ini digulirkan sebagai bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada 2015.

Kerangka kerja sama bilateral antara Belanda dengan Indonesia itu tercantum dalam MultiAnnual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki lima bidang prioritas. Kelima bidang itu meliputi manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut, program beasiswa StuNed memiliki tujuan untuk membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia. Melalui program beasiswa ini, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application.

"Beasiswa StuNed terbuka untuk semua profesional muda Indonesia yang berprestasi. Lewat program beasiswa ini para pelajar Indonesia bisa mengambil studi S-2 atau kursus singkat di Belanda," kata Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia.

Untuk seleksi 2014, perhatian khusus akan diberikan pada para pelajar berprestasi yang memiliki rencana studi di area-area berkaitan dengan kerja sama bilateral Indonesia dan Belanda, seperti ekonomi, hak asasi manusia (HAM), ketahanan pangan, pengelolaan air, dan peradilan.

"Mereka juga disyaratkan bekerja pada institusi yang berkaitan dengan area prioritas kerjasama bilateral kedua negara tersebut," ujarnya.

No comments:

Post a Comment