Subscribe On E-mail

SUBSCRIBE BLOG KAMI DI EMAIL ANDA :

Our web CEO RISMAN SIMANJUNTAK

Thursday, 13 February 2014

hukum newton lll yuuuuuuuuuuuu di pahami!!

Ketika mulai bersenggolan dan berkenalan dengan seseorang atau kamu sedang menghadapi masalah dengan pacar, biasanya muncul kepenasaran dengan kelanjutan perkenalan dan hubungan dengan pacar kamu itu. Sebenarnya banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk menghilangkan kepenasaran atas hubungan itu. Kamu bisa curhat pada sahabatatau mungkin meminta informasi pada orang yang dianggap dapat dipercaya untuk memperbaiki atau bahkan memutuskan hubungan karena mulai merasa bt (boring tenan) sama pacar kamu.
Tapi, sebelum minta bantuan orang lain, bagaimana kalau kamu gunakan “mantera” yang pernah diajarin disekolah dulu. Mantera yang pernah diajarin sih sebenarnya ada tiga. Biar nggak pusing aku cuma ngingetin satu aja yang dianggap paling gampang dihafalin yaitu Mantera Newton III. Sesuai namanya, katanya sih diciptakan Ki Isacc Newton dari Inggris sana.
Mantera Newton III diucapkannya kira-kira begini : Gaya tarik-menarik antara dua orang yang sedang berkenalan atau berpacaran adalah berbanding lurus dengan kadar cinta kedua orang tersebut dan berbanding terbalik dengan kaudrat jarak kedua orang tersebut. Masih pusing ? Okeh, biar kamu bisa ngebayangin manteranya, aku kutip dalam bahasa matematiknya seperti begini:
F = g (m1.m2)/R2
Dimana F= gaya tarik menarik
g= konstanta
m1 = kadar naksir/cinta kamu
m2 = kadar naksir/cinta pacar kamu
R= jarak antara kamu dengan pacar kamu
Dengan demikian kemungkinan kamu putus dan tetep nyambung bergantung bukan hanya dari kadar cinta kamu tapi juga kadar cinta pacar kamu. Tapi kalau kadar cinta pacar kamu udah nggak bisa diperbesar lagi, tapi ingin tetep pacaran, maka upayakan jarak ( R ) nya diperkecil dengan cara ajakin dia jalan-jalan, nonton, kalo perlu ngapel deh tiap hari. Jika kamu ada di Bandung dan pacar kamu ada di Surabaya, upayakan agar pacar kamu pindah ke Bandung atau kamu yang pindah ke Surabaya. Bertdasarkan pengalaman teman-teman ternyata alat komunikasi melalui chating apalagi sms nggak ngejamin memperkecil nilai R karena memang secara fisik kamu jaoh…!
Contoh :
Boy yang anak orang kaya tinggal di Bandung suatu saat berlibur di rumah kakaknya yang kerja di Jakarta. Ketika JJS (jalan jalan sore) si Boys kenalan sama si Reni di Taman Monas. Boy memang cakep tapi si Rina biasa-biasa aja dan bukan orang kaya. Setelah habis masa liburan Boy kembali ke Bandung. Berapa gaya tarik menarik antara Boy dan Rina ? apakah mereka akan pacaran ?
Jawab :
Diketahui : G = 10 m/det^2
m1 =20
m2 = 40
R= 180 km
Maka :F = 10 x (20 x 40)/180^2
F= 0,246
Kaidah kesimpulan, Jika F =
0,00 s.d 0,33 maka gagal
0,34 s.d 0,66 maka perlu dilakukan upaya perbaikan kadar cinta atau pendekatan jarak
0,67 s.d 1,00 maka pacaran dan menikah
Kesimpulan : Antara Boy dan Rina kecil kemungkinan jadi pacaran (gagal/putus)
Nilai 1 adalah nilai sempurna gaya tarik menarik (menempel). Apabila nilainya lebih dari satu lebih baik daftar ke KUA agar tidak terjadi tumbukan yang berbahaya bagi kepentingan umum.
Tip dan trik yang didasarkan dari manteranya Ki Isak ini sangat dekat dengan kesalahan tapi yang pasti masih jauh dari kebenaran….! Sela

No comments:

Post a Comment